Ide tulisan ini muncul ketika suatu saat saya diminta menunggui ujian tulis di kampus. Sejak awal saya senyum-senyum sendiri di belakang, melihat tingkah mahasiswa pada saat ujian. Betapa tidak? Ada yang pura-pura meminjam penghapus, tapi pada saat transaksi sekaligus untuk bertanya, pada saat mengembalikan untuk menjawab. Ada yang menempelkan badannya di dinding kelas, tapi sejurus kemudian ternyata ngobrol dengan teman di belakangnya, ditutupi kertas, sehingga dia tidak perlu menengok ke belakang karena suaranya pasti sudah bisa didengar dari belakang. Ada yang selalu tengok-tengok, mungkin mencari posisi pengawas ujian ya? Dan lain sebagainya…. Sepertinya tenang… Tapi???

Menyontek itu enak po? Saya pikir tidak! Saya tidak munafik, pernah suatu ketika ada hasrat untuk menyontek. Itu saya rasa karena memang tidak maksimal dalam belajar. Tapi apakah enak menyontek atau diskusi dengan teman saat ujian? Sama sekali tidak enak. Selalu ada perasaan takut kalau-kalau aksi kita diketahui sang pengawas…. Deg-degan melulu. Hasilnya ternyata juga tidak bagus atau tidak maksimal. Dan ternyata, ketika akhirnya saya jadi pihak yang mengawasi ujian, gerakan sekecil apapun bisa saya lihat dari belakang tuh… Hiburan segar untuk saya. Hehehe…. Paling enak ternyata kalau belajar, mengerjakan dengan tenang tanpa curi-curi kesempatan untuk nyontek, dan hasilnya: bagus atau tidak, itulah saya… gitu kan?

Hum…. Menyontek sepertinya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan di kampus atau sekolah. Saat diri merasa tidak siap dengan ujian, segala cara diupayakan untuk menjadi siap. Pertanyaannya: Apa sebenarnya yang ingin dicari? Nilai bagus saja? Ah….. Bukan itu menurut saya. Kalau belajar itu tujuannya kan pemahaman terhadap sesuatu. Kalau paham, ujian-pun sepertinya tidak akan jadi masalah. Tinggal loading ke file-file di otak, trus cari deh filenya, ketemu kan jawabannya… Bonusnya: nilai bagus!

Tujuan pendidikan terutama kan bukan di nilai, tapi pemahaman, meskipun pada kenyataannya, nilai juga menjadi faktor penting. Tapi sekali lagi, itu adalah bonus dari pemahaman kita. Kalau paham, cari nilai bagus bukan lagi suatu hal yang sulit & yang jelas tidak perlu pakai acara deg-degan….

Saya jadi menghubung-hubungkan sesuatu…. Saya mengamati, mahasiswa yang aktif di dalam kelas, ternyata pendiam sekali di saat ujian (bukan karena tidur loh), mengerjakan dengan tenang, dan hasilnya ternyata lumayan. Sebaliknya, ada mahasiswa yang di kelas suka heboh sendiri kalau sedang jam perkuliahan (diskusi sendiri, ngomong sendiri, biang ribut pokoknya), ternyata di saat ujian juga sangat heboh, tengok kanan tengok kiri, nilainya (????).

Tidak menjamin kok tanya teman sebelah pasti nilainya bagus. Siapa tahu sama-sama tidak dong!!! Hehehe….. Jarang atau bahkan tidak pernah saya baca profil orang sukses dengan latar belakang menyontek. Lain halnya si Mendel atau Newton yang DO atau tidak lulus, tetapi tetap bisa mengharumkan namanya di dunia ilmu pengetahuan…