Sudah baca BBC News Sabtu, 5 Juli 2008? Di situ dituliskan sebuah penelitian yang dilakukan di Indonesia pada 719 lansia di Jawa. Judul aslinya: Tofu ‘may raise risk of dementia’.

Hasilnya? Konsumsi kedelai yang berlebihan – termasuk tofu atau tahu – minimal sekali sehari, dapat meningkatkan resiko menurunnya daya ingat. Penelitian The Loughborough University ini dimuat di the journal Dementias and Geriatric Cognitive Disorders.

 

Padahal, kedelai merupakan makanan utama – sumber protein – pengganti daging. Umumnya dikonsumsi berlebih pada negara berkembang, meskipun saat ini popularitas tahu juga semakin meningkat di dunia Barat. Kedelai sangat kaya akan mikronutrien   phytoestrogens, yang mempunyai efek pada hormon wanita “oestrogen”. Tetapi, dalam jumlah berlebih, phytoestrogens dapat meningkatkan resiko Demensia (pikun). Estrogen dan phytoestrogens dapat memacu pertumbuhan di antara sel, sesuatu yang tidak penting untuk otak.

 

Ada pula teori yang menyatakan bahwa kerusakan otak tidak diakibatkan oleh tahu, melainkan formaldehyde yang banyak digunakan di Indonesia sebagai bahan pengawet. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk suku bangsa yang lain, meskipun sudah ada penelitian bahwa konsumsi tahu yang berlebihan juga meningkatkan resiko demensia pada lansia di Amerika dan Jepang.  

 

Sebaliknya, konsumsi tempe, hasil fermentasi dari kedelai, dihubungkan dengan meningkatnya daya ingat. Tempe diketahui banyak mengandung folate yang berfungsi untuk menurunkan resiko demensia.

 

Riset ini sangat penting untuk pencegahan penyakit Alzeimer. Ada yang berminat melakukan literature review?

 

Sumber : http://news.bbc.co.uk/2/hi/talking_point/7490202.stm , diakses tanggal 5 Juli 2008