Kategori “Mengenal Diagnosis Keperawatan” saya buat ketika banyak mahasiswa yang menanyakan kenapa banyak literatur keperawatan masih dalam bahasa Inggris (baca tulisan “Bahasa Inggris? Oh, no…”). Sejak enam tahun yang lalu, seorang teman yang sangat baik dari California, USA mengirim saya 2 eksemplar NANDA terbaru. Sejak itu saya mulai mengikuti perkembangan diagnosis keperawatan oleh NANDA. Sebenarnya acuan diagnosis keperawatan tidak hanya NANDA, banyak yang lainnya. Tetapi sepertinya keperawatan di Indonesia masih ber-kiblat ke NANDA.

Mengingat setiap dua tahun sekali NANDA merevisi diagnosis keperawatan, tidak ada salahnya tetap menyimpan buku-buku seperti milik Doengoes dan Carpenito. Tetapi, karena terbitan lama, maka label diagnosis keperawatannya saja yang perlu direvisi mengikuti NANDA yang terbaru. Misalnya: di Doengoes atau Carpenito diagnosis tidur ditulis dengan label “Gangguan pola tidur”, maka label ini harus disesuaikan menjadi “Insomnia (NANDA 2007-2008). Mudah saja kan?

Tetapi seringkali banyak yang menyayangkan…. kenapa masih ditulis dalam bahasa Inggris? Makanya saya buat kategori ini, supaya tidak ada alasan untuk itu. Yang terutama, sebelum menetapkan suatu diagnosis keperawatan, sebaiknya selalu membaca definisi diagnosis terlebih dahulu. Baru kemudian, cukupkah data yang dimiliki untuk mengangkat diagnosis tersebut?

Misalnya: pasien hanya punya data pusing. Langsung diangkat menjadi “Perfusi jaringan cerebral tidak efektif”. Padahal ini masih memerlukan banyak data yang lainnya. Kalau hanya punya data pusing, ya diangkat diagnosis “Nyeri akut/kronis” saja…