Bahan revisi untuk minggu ini (gelombang I, Juni 2008):

  1. Hindari plagiarisme. Sudah ada tulisan tentang plagiarism di web ini. Intinya, sebaiknya tidak asal copy-paste tulisan orang lain, buku, dari internet, melainkan cantumkan sumbernya jika sama persis dengan menggunakan quotation (“) atau paraphrasing (rubah kalimatnya menjadi kalimat dengan versi bahasanya sendiri, dengan tetap mencantumkan sumbernya). Sumber di tulisan hanya perlu mencantumkan nama belakang penulis dan tahunnya saja, dengan halaman bila perlu. Sumber lengkapnya ditulis di daftar pustaka.
  2. Hindari mengambil sumber dari hasil pekerjaan orang lain (kakak tingkat, misalnya). Selain sumber yang mereka gunakan belum tentu masih up-to-date, ini akan mematikan kreativitas dan motivasi belajar.
  3. Membuat patogram/pathway. Tulisan paling atas adalah etiologi, ambil saja dari sub-bab sebelumnya tentang etiologi. Dilanjutkan dengan mekanisme penyakit, dan paling akhir adalah tanda-gejala (yang diambil dari sub-bab tanda-gejala). Sehingga ada benang merah antara etiologi-pathofisiologi-tanda/gejala.
  4. Masuk ke askep, identitas pasien sering ditulis dengan lengkap sekali. Cukup tuliskan secukupnya, untuk melindungi privacy pasien. Yang jelas, tuliskan inisialnya saja.
  5. Keluhan utama: tulis satu keluhan yang paling dirasakan oleh pasien, tetapi harus lengkap (PQRSnya). Misalnya: pasien mengatakan perutnya sakit sekali, skala 7, menurut pasien sejak makan rujak 5 porsi dua hari yang lalu. Sakit paling dirasakan di perut kanan bawah, tetapi kadang menyebar sampai ke perut kiri. Sakit bertambah hebat saat perut kanan bawah ditekan dan biasanya akan berkurang sedikit bila tidur meringkuk. Pasien mengatakan belum minum obat apapun sejak sakit perut.
  6. Jangan menggunakan tanggal untuk menuliskan keluhan utama, riwayat penyakit atau riwayat penyakit sebelumnya. Sebaiknya gunakan: dua hari yang lalu, satu minggu yang lalu, tiga bulan yang lalu…. dst
  7. Jangan buat kesimpulan. Misalnya: makan tiga kali sehari, buang air besar sekali sehari, dll. Data ini tidak bisa di-generalisir bahwa semua orang pasti seperti itu. Validasi langsung dari pasien.
  8. Baca lagi tentang konsep diri. Bagaimana mengkaji konsep diri? Baca http://library.usu.ac.id/download/fk/keperawatan-salbiah2.pdf
  9. Pahami lagi pemeriksaan fisik.
  10. Semua data senjang yang ditemukan dalam pengkajian, HARUS dibuat analisis-nya (di analisis data). Setelah dibuat prioritasnya, baru silakan… Dengan begini, mahasiswa bisa mengenal “semua” diagnosis keperawatan, paling tidak labelnya.
  11. Ingat SMART dan ONEK untuk rencana asuhan keperawatan
  12. Rencana intervensi dibuat menggunakan kalimat perintah!
  13. Catatan perkembangan tidak harus copy-paste dari rencana asuhan keperawatan. Misalnya: di renpra “Observasi tanda-tanda vital tiap empat jam”. Di catatan perkembangan tidak harus menjadi “Mengukur tanda-tanda vital”. Kalau memang hanya mengukur tekanan darah saja, tulis langsung “Mengukur tekanan darah”.
  14. Sumber tidak harus dari buku, gunakan fasilitas internet. 

Pengiriman laporan (LP & Askep) : yeni_christ@yahoo.com

Untuk belajar diagnosis keperawatan : http://www.yenibeth.wordpress.com (klik di “Mengenal diagnosis keperawatan”).

Tetap semangat!!!

Cheers: Yeni