Diagnosis keperawatan ini sering diangkat begitu saja dengan label “Kurang perawatan diri”. Coba kita simak satu per satu.

Sebenarnya, ada lima diagnosis yang berhubungan dengan perawatan diri:

  1. Readiness for enhanced self-care (hal. 182) atau Potensial peningkatan perawatan diri (diagnosis sejahtera)
  2. Bathing/hygiene self-care deficit (hal. 183) atau Kurang perawatan diri: mandi
  3. Dressing/grooming self-care deficit (hal. 184) atau Kurang perawatan diri: berpakaian
  4. Feeding self-care deficit (hal. 185) atau Kurang perawatan diri: makan
  5. Toileting self-care deficit (hal. 186) atau Kurang perawatan diri: toileting (BAB/BAK).

Nah, jelas-jelas tidak cukup hanya menuliskan “Kurang perawatan diri” saja. Perlu dijelaskan diagnosis yang mana. Kalau memang pasien hanya kesulitan untuk mandi saja, berarti diagnosis yang kedua-lah yang harus diangkat. Dan seterusnya. 
Bagaimana kalau ternyata pasien tidak bisa melakukan semuanya? Berarti yang harus diangkat adalah diagnosis syndrom. Jadinya “Sindrom kurang perawatan diri: mandi dan berpakaian” (misalnya). 
Kurang perawatan diri: mandi. Ketidakmampuan untuk mandi bagi dirinya sendiri. Karakteristiknya: tidak mampu pergi ke kmar mandi, tidak mampu mengeringkan tubuh, tidak mampu menggunakan alat-alat mandi, tidak mampu menggunakan sumber air dan tidak mampu untuk membasuh badan. Faktor yang berhubungan: kerusakan kognitif, penurunan motivasi, lingkungan, kerusakan muskuloskeletal, gangguan neuromuskuler, nyeri, gangguan perpsepsi, kecemasan dan kelemahan.
Kurang perawatan diri: berpakaian. Ketidakmampuan untuk mengenakan baju. Karakteristik: tidak mampu memilih pakaian, mengenakan baju bagian bawah, menggunakan sepatu, kaos kaki, melepas baju, aksesoris, dll. Faktor yang berhubungan: kerusakan kognitif, penurunan motivasi, ketidaknyamanan, lingkungan, kelelahan, gangguan muskuloskeletal, gangguan neuromuskuler, nyeri, kerusakan persepsi, kecemasan dan kelemahan.
Kurang perawatan diri: makan. Karakteristik: tidak mampu membawa makanan dan memasukkannya ke mulut, tidak mampu mengunyah makanan, tidak bisa menghabiskan makanannya, tidak mampu mengambil gelas atau cangkir, tidak mampu membuka tempat makan, tidak mampu menelan (hati-hati, ada juga diagnosis “gangguan menelan” hal. 218), dll. Faktor yang berhubungan: sama dengan diagnosis kurang perawatan diri yang lain.
Kurang perawatan diri: toileting. Karakteristik: tidak mampu membawa peralatan hygiene yang sesuai, tidak mampu menyentor toilet, tidak mampu pergi ke toilet, tidak mampu melepas baju untuk toileting dan tidak mampu untuk duduk atau menempatkan diri di toilet. Faktor yang berhubungan: sama dengan diagnosis kurang perawatan diri yang lain, ditambah dengan: gangguan mobilitas dan gangguan kemampuan untuk berpindah.