Satu kegelisahan yang mengganjal penulis; setelah lulus dari bangku kuliah, “kebanyakan” lulusan perawat sudah puas dan bangga atas ilmu dan ketrampilan yang mereka dapatkan di bangku kuliah. Apalagi jika ada embel-embel “sudah bekerja di rumah sakit terkenal atau RS internasional. Kenyataannya, banyak perawat yang tetap mempertahankan ilmu dan ketrampilan yang mereka dapatkan di bangku kuliah, bahkan sampai masa pensiun. Sebagai contoh, penggunaan povidone-iodine 10% sebagai solution pembersih luka, meskipun Evidence Based Nursing menemukan bahwa air steril, air matang, atau bahkan air kran sekalipun (yang meskipun setelah dilakukan systematic atau literature review, perawat di Indonesia mungkin tidak bisa menggunakan air kran) bisa digunakan untuk membersihkan luka. Sayangnya, “banyak” perawat yang mengatakan “biasanya juga begitu….”

Sekarang era-nya lifelong learning. Pendidikan berkelanjutan. Apalagi dengan makin luasnya media untuk memperoleh ilmu pengetahuan melalui internet misalnya. Tidak ada batas. Sehingga, meskipun belum mendapatkan kesempatan untuk kuliah lagi, perawat tetap dapat ”ngangsu kawruh”. Ini penjelasan singkat mengenai lifelong learning:

The Commission for a Nation of Lifelong Learning in the United States defined lifelong learning as: “a continuously supportive process which stimulates and empowers individuals to acquire all the knowledge, values, skills and understanding they will require throughout their lifetimes and to apply them with competence, creativity, and enjoyment in all roles, circumstances and environments” (Commission for a Nation of Lifelong Learning, 1997, p. 8 cited in Duyff, 1999). Furthermore, lifelong learning has been identified as the key element in the career improvement of professional nurses.

According to Butler (1999), continual competence is essential to professional nursing practice. One of the weaknesses in Indonesian nursing is the nurses’ capabilities. With this learning method, nurses from Indonesia can keep their knowledge and skills up to date, even if they graduated from poor quality nursing schools.

Therefore, education based on technology such as web-based learning can be an effective mode of delivery for nursing education (Atack, 2002). Students must know that the challenges for them are not only to get a good job, but also help them to maintain their position after they are employed as nurses. Nurses from other countries have started to come to Indonesia and they accept a lower salary. Because of this challenge, students must be competent with data analysis and internet skills, so they can still continue to study after graduating from nursing school.

Sayangnya (dan masalahnya), banyak perawat yang belum mengenal internet. Padahal warung internet “digelar” dan fasilitas hot spot dimana-mana. Kalau misalnya bisa, kebanyakan lebih suka menghabiskan waktu di depan computer untuk games atau menjalin hubungan melalui situs-situs khusus. Tidak ada salahnya memang (penulis juga sering melakukannya). Tetapi kadang-kadang justru porsinya lebih banyak daripada meng-akses situs-situs keperawatan atau sejenisnya. Padahal dengan membuka yang paling sederhana, misalnya news article online (ABC, BBC, dll), klik di “health news”, paling tidak kita bisa tahu hasil penelitian terbaru tentang kesehatan (selanjutnya ditelusuri original research-nya). Kadang-kadang dari Black-well synergy, The Joanna Briggs Intitute dan sejenisnya, kita bisa beruntung mendapatkan free full text. Atau meskipun hanya abstraknya saja, kita tetap bisa memperoleh pengetahuan baru.  

Mengutip kalimat di atas: “education based on technology such as web-based learning can be an effective mode of delivery for nursing education (Atack, 2002)”. Pembelajaran melalui internet jauh lebih menarik, bisa dilakukan di mana saja dengan biaya yang relatif “murah” (dibandingkan dengan ilmu – pengetahuan yang bisa kita dapatkan. Yang penting kenalan dulu dengan internet dan mudah-mudahan nanti bisa membuat suatu kesimpulan: “ternyata banyak yang belum saya ketahui ya …….” Down to earth: apa yang kita dapatkan di bangku kuliah bukanlah segalanya dan akan menjadi out-of-date hanya satu tahun setelah lulus kuliah!

 

Supporting literature:

Atack, L 2002. A descriptive study of registered nurses’ experiences with web-based learning. Retrieved February 1, 2008, from http://www.blackwell-synergy.com

Butler, J 1999, Skill and lifelong learning: The link for quality nursing. Retrieved February 20, 2008, from http://www.srna.org

Duyff 1999, Mental Health Nursing Education and Health Labour Force: Literature Review Lifelong learning. Retrieved February 28, 2008, from http://www.dest.gov.au/archive/