Setelah berjuang menyelesaikan suatu literature review dan mendapat feedback yang baik, penulis bisa mengambil kesimpulan atas tulisan sebelumnya (Mempertanyakan Hair Removal):

Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pencukuran rambut sebelum operasi dengan kejadian infeksi post operasi. Dengan kata lain, dicukur & tidak dicukur hasilnya sebenarnya sama saja. Jika memang operasi memerlukan pencukuran rambut, sebaiknya pencukuran rambut dilakukan dengan menggunakan clippers atau depilatory cream. Kalau menggunakan depilatory cream, pasien harus menjalani patch test terlebih dahulu (mahal). Kalau menggunakan clippers, keuntungannya, bisa langsung digunakan dan dibersihkan kembali menggunakan sikat khusus yang biasanya termasuk dalam paket pembelian. Jadi, pasien tidak harus membayar lebih “hanya” untuk mencukur rambutnya.

Untuk alasan kenyamanan dan jika memungkinkan, pasien bisa diminta untuk mencukur rambutnya sendiri (tergantung lokasinya dimana), tetapi perawat harus mengajarinya terlebih dahulu. Hal yang paling penting adalah, pencukuran harus dilakukan pada hari operasi, segera sebelum operasi dimulai. 

Rekomendasi: singkirkan semua model alat cukur dari ruang bedah atau perawatan bedah. Alat cukur atau razor blade telah terbukti dapat meningkatkan resiko infeksi paska operasi. Ganti pisau cukur dengan menggunakan clippers atau depilatory cream. Sebelum dicukur, informed consent diperlukan, termasuk pilihan teknik pencukuran rambut yang bisa digunakan. Tetapi jika pencukuran tidak diperlukan, bersihkan area operasi dengan cairan yang ditentukan.

Singkatnya: operasi TIDAK SELALU memerlukan pencukuran rambut dan jika diperlukan, JANGAN MENGGUNAKAN PISAU CUKUR!