Sudah menjadi kebiasaan kalau sebelum operasi, biasanya dilakukan persiapan kulit pada pasien. Biasanya (lagi), perawat akan menggunakan razor blade atau pisau cukur. Saat ini penulis sedang membuat suatu literature review tentang “hair removal”. Intinya, mempertanyakan apakah pencukuran rambut sebelum operasi harus selalu dilakukan?

Ternyata jawabannya tidak. Dari beberapa hasil penelitian yang sudah penulis pelajari, masih banyak perdebatan seputar perlu-tidaknya rambut dicukur. Ada yang mengatakan bahwa hair removal mempunyai hubungan dengan infeksi nosokomial. Tetapi penelitian lain menemukan bahwa dengan atau tanpa hair removal, tidak berhubungan dengan infeksi nosokomial. Seorang ahli yang concern meneliti masalah hair removal ini adalah J. Tanner, salah seorang tim perumus guidelines pre-operative. Beliau sudah banyak menulis, meneliti & membuat systematic review yang berhubungan dengan hair removal.

Sementara, penulis bisa mengambil kesimpulan bahwa perlu-tidaknya mencukur tergantung dari kondisi kulit pasien & tindakan yang akan diberikan. Ada pasien yang memang mempunyai rambut yang sangat tebal. Ini contoh yang memang harusnya dicukur. Apalagi kalau memang akan melakukan kraniotomi (operasi di daerah kepala). Alasan pencukuran rambut untuk kepentingan pemasangan infus & plester mungkin yang paling bisa diterima. Tidak ada bukti yang kuat bahwa dicukur atau tidak dicukur akan meningkatkan resiko infeksi nosokomial. Penelitian-penelitian sebelumnya mempunyai bukti, tetapi kebanyakan berdasarkan penelitian observasional & self assessment dari pasien.

Kalau memang rambut perlu dicukur, jangan menggunakan pisau cukur. Pisau cukur atau razor blade justru bisa menimbulkan luka kecil di kulit, selanjutnya akan menjadi media yang bagus untuk mikroorganisme patogen. Jadi lebih baik singkirkan pisau cukur dari ruang operasi & ruang rawat bedah. Yang lebih disarankan adalah menggunakan depilatory cream (perontok rambut, biasanya dengan wadah tube) atau clippers (seperti pencukur rambut di salon, biasanya untuk laki-laki, meskipun yang khusus untuk perempuan juga ada). Depilatory cream dan clippers dinilai lebih aman, murah & lebih nyaman untuk pasien. Hanya saja, untuk menggunakan depilatory cream, pasien perlu dilakukan patch test terlebih dahulu, karena bisa saja pasien alergi terhadap bahan ini. Jadi mungkin clippers-lah yang paling dianjurkan dan dilakukan pada hari operasi, sesaat sebelum operasi dimulai. 

(no references yet, will be re-published in English version after finished)