Ada satu teman lama yang menanyakan kok tidak menulis tentang peluang kerja & kuliah di LN sih? Makanya saya coba buat tulisan ini.

Waktu di Darwin, AU, saya dapatkan informasi bahwa mendapatkan pekerjaan di Darwin sangatlah mudah. Contohnya, ada teman kuliah di sini, iseng isi formulir, kurang dari satu minggu langsung dapat panggilan wawancara & langsung kerja. Kerja apa saja di sini sangat menggiurkan. Bayangkan, satu jam kerja bisa dapat $12 – $18. Bedanya di sini, orang tidak akan gengsi meskipun dia harus bekerja sebagai cleaning service atau pelayan restoran. Profesi apapun sangat dihargai di sini. Teman saya bekerja sebagai tukang cuci piring di satu restoran, tapi dia bisa beli mobil keren…

Bagaimana dengan perawat? Saat ke Royal Darwin Hospital, saya sangat tertarik dengan pekerjaan perawat di sana. Profesi perawat sangat dibutuhkan tidak hanya di Australia sebenarnya, tapi di seluruh penjuru dunia. Suwandono (2007) melaporkan bahwa dunia membutuhkan 2 juta perawat saat ini. Di Australia, profesi ini mulai “agak” ditinggalkan, entah mengapa. Ada yang mengatakan, dalam sebulan bisa mendapatkan $3000 (belum dipotong pajak, sama dengan Rp 24 juta ya?). Saat ini, saya sudah bertemu beberapa teman perawat dari Indonesia yang bekerja di Darwin. Apa syaratnya?

Di balik tawaran gaji yang menggiurkan, ada rentetan syarat yang harus dipenuhi. Yang utama jelas bahasa Inggris. Untuk kuliah di sini, minimal IELTS skor adalah 6.5. Kuliah di bidang medis, keperawatan & sejenisnya menuntut skor IELTS lebih tinggi (rata-rata untuk kuliah yang lain, bachelor program “hanya” 6.00). Sepertinya IELTS yang diminta, TOEFL belum pernah saya dengar. Di tiap negara hanya satu lembaga yang menyelenggarakan IELTS. Di Indonesia, kantor pusatnya ada di Jakarta, tetapi biasanya mereka keliling dari kota-ke-kota setiap tahunnya untuk menyelenggarakan tes (saya waktu itu di Solo). Tentang IELTS, baca di http://www.ielts.org/

Tapi kalau untuk kerja, IELTS-nya harus 7.00. Lebih berat memang. Selain itu, perawat harus mendapatkan Registered Nurse, yang selanjutnya bisa dipakai untuk bekerja sebagai perawat di mana saja. Info http://www.australia-migration.com/page/Nurses_ANC/257

Lapangan kerjanya tidak sebatas di rumah sakit saja. Bisa bekerja di maining atau army (wow!). Ada satu perusahaan maining yang pernah saya tanya, mereka sanggup menjadi sponsor selama dua tahun, setelahnya bisa mengurus permanent resident. Kalau untuk Army, jelas harus menjadi warga negara Australia. Salah satu presentasi dari Army (beliau juga RN), yang paling menarik adalah kesempatan travelling & sebuah pekerjaan yang menantang. Pernah suatu ketika beliau sedang main di shopping centre, mendadak diberitahu harus segera berangkat ke Bali saat itu juga (sewaktu kejadian bom Bali).   

Kalau beasiswa? Untuk profesi kesehatan & guru/dosen, peluang mendapatkan beasiswa dari Australia lebih besar. Dan yang penting, tidak harus “pintar” bahasa Inggris, karena salah satu yang ditawarkan adalah biaya kursus bahasa Inggris. Jadi setelah diterima, kursus dulu di Australia, setelah benar-benar bisa baru kemudian enroll di universitas. Hanya saja saingannya tentu saja sangat banyak. Baca informasinya dihttp://www.ausaid.gov.au/scholar/studyin.cfm

Mudah-mudahan membantu.