Pertama kali menginjakkan kaki di bumi orang, banyak hal yang membuat penulis merasa kaget. Saat penulis menceritakannya pada teman-teman yang lain, ada yang mengatakan bahwa saya mengalami culture shock! Whatever-lah… Yang jelas banyak hal yang bisa dipelajari & diambil manfaatnya. Saat ini penulis sedang tinggal di Australia & berikut ini beberapa hal yang (mungkin) bisa diambil :

Budaya mengantri. Saat saya sedang berjalan menuju antrian di sebuah restoran cepat saji, saya berusaha mengambil dompet di tas. Saat itu tempatnya masih lumayan jauh dari antrian terakhir. Tiba-tiba ada seorang pria berhenti di dekat saya. Kok lama sekali dia berhenti… Saya sempat curiga. Tapi akhirnya teman saya bilang ke dia : “Silakan duluan”. Oh, ternyata dia pikir kami sudah mengantri, padahal kami baru berhenti untuk mengambil dompet & belum ambil antrian. Dan ternyata disini tidak ada yang namanya main serobot. 

Pejalan kaki sangat dihormati. Saat itu saya memang mau menyeberang jalan. Tapi posisi kami masih jauh dari pinggir jalan. Ternyata banyak mobil langsung berhenti begitu melihat kami. Sampai separuh jalam menyeberang, mobil yang sudah kami lewati tetap belum berjalan. Baru setelah kami sampai di seberang jalan, mereka baru berjalan. Tapi tentu saja ini hanya akan berlaku apabila kita memang menyeberang jalan di tempatnya.

Disability person juga sangat dihormati. Bukan untuk mengasihani mereka, tapi saya pikir karena mereka menganggap sama semua orang. Bis dirancang sedemikian rupa, jadi begitu ada orang dengan kursi roda, bis dimiringkan sedikit, kemudian papan di lantai bis dibuka, dibiarkan masuk (kadang-kadang tidak dibantu sepanjang dia bisa masuk ke bis sendiri), disiapkan ruang khusus untuk orang tersebut plus kursi rodanya, ditanya sudah nyaman belum, baru driver akan menutup papan, posisi bis disesuaikan lagi, jalan…. Dan saya lihat, meskipun mereka orang (maaf) cacat, mereka sangat mandiri. Dengan kursi rodanya mereka bisa belanja sendiri di mall, jalan-jalan, dll, sendirian.

Itu baru sebagian kecil mungkin. Tapi di balik kebebasan mereka, banyak hal yang bisa diambil. Baju memang minim, kuliah saja bisa pakai sendal jepit, baju & celana minim, tapi mereka memang lebih mengutamakan kehadiran & keaktifan di kelas. Tidak banyak sepeda motor di sini. Banyak yang lebih memilih naik sepeda atau bis. Dengan student card, kita bisa jalan-jalan ke seluruh kota selama 3 jam pulang-pergi menggunakan bis & “hanya” membayar 50 cent atau Rp 4.000an. Hm…