He is so cute, cool, handsome & looks smart. But, he is a killer! Can you believe it?  Colin Norris, 32 tahun. Sejak orangtuanya bercerai, dia tinggal bersama neneknya. Akhirnya dia menjadi seorang perawat, dengan cita-cita besarnya ingin merubah kehidupan orang menjadi lebih baik. Tetapi, dia sering mengatakan pada rekan-rekan kerjanya, bahwa dia tidak suka merawat, terutama memandikan orang-orang tua. Ini mengingatkannya pada sang nenek.  Saat ini Colin Norris menjadi sangat terkenal karena dia disangka melakukan pembunuhan pada 5 orang nenek yang berumur antara 70 sampai dengan 90 tahun mulai tahun 2002 di Leeds General Infirmary and St James’s Hospital. 4 diantaranya meninggal. Polisi menyatakan bahwa mungkin saja dia membunuh lebih banyak. Senjata apa yang digunakan Norris untuk membunuh? INSULIN! 

Insulin sejak lama sudah dikenal sebagai non-smoke gun, senjata efektif untuk membunuh, terutama untuk anak-anak & orang tua. Bahkan ada yang sudah menggunakannya untuk bunuh diri. Insulin sebenarnya digunakan untuk penderita diabetes. Karena pankreasnya rusak, dia tidak bisa memproduksi insulin, atau bisa memproduksi tapi jumlahnya kurang/rusak. Sehingga, glukosa dalam darah tidak bisa “dicerna” oleh insulin. Akhirnya penderita memerlukan suntikan insulin untuk mengatasinya. Bayangkan apabila orang normal, punya pankreas sehat & insulin cukup diberikan suntikan insulin. Hipoglikemia, bahkan kerusakan otak, yang berakhir dengan kematian, seperti yang dialami oleh korban-korban Norris. Jadi, Norris ini menyuntikan insulin dalam dosis yang tidak normal pada pasien korbannya pada saat pasien tidur. Biasanya dia melakukan aksinya pada akhir pekan, dimana perawat senior atau dokter tidak sedang bertugas.Pertanyaannya, kenapa dia melakukan hal tersebut? Ada dugaan dia memang tidak menyukai orang-orang tua. Dia selalu mengatakan mereka mirip dengan neneknya. Tidak diketahui bagaimana hubungan Norris dengan neneknya. Tetapi sempat ada wawancara bahwa sang nenek membela bahwa Norris tidak mungkin melakukannya. Bisa jadi wujud kekecewaan pada orangtuanya. Yang jelas, dia menolak dikatakan tidak menyukai orang tua. Norris pernah mengatakan pada rekan kerjanya bahwa dia tidak suka bekerja di unit perawatan geriatrik. Dia lebih suka di unit trauma. Salah satu dari korban pernah melempar kain linen ke arah Norris. Penyelidikan masih terus dilakukan. Norris tidak pernah merasa bersalah melakukan perbuatan tersebut. Dia mengatakan bahwa itu lebih baik untuk mereka, karena mereka orang tua yang tidak punya harapan untuk hidup lagi.     

Kenapa polisi mencurigai Norris? Ada pembelaan bahwa siapa saja mungkin melakukan hal tersebut. Norris hanya tidak beruntung karena mereka meninggal pada saat Norris sedang dinas. Tetapi, polisi mencurigai Norris karena, sebagai contoh, korban terakhir, paska operasi Norris mengatakan kepada dokter dan koleganya bahwa kondisi pasien akan memburuk & jam 5.15 dia akan out (dan pasien tersebut memang meninggal sekitar jam tersebut). Saat ditanya, Norris menyatakan bahwa itu hanyalah guyonan antar perawat saja. Pada saat kondisi pasien kritis, Norris ada perawat yang paling tenang-tenang saja & tidak berupaya memberikan pertolongan bersama rekan kerjanya. 

Apakah Norris perawat pertama yang melakukannya? Ternyata tidak. Adalah Harold Shipman, perawat yang membunuh lebih dari 250 pasiennya menggunakan lethal dosis injeksi. Ada juga Sister Jessie McTavish, perawat pertama yang membunuh sekitar 15 pasien anak dengan menggunakan insulin. Perawat inilah yang diduga menginspirasi Norris. Apa pendapat pembaca? Perawat disebut-sebut sebagai profesi karena panggilan hidup untuk melayani. Bukan sebagai bentuk frustasi tidak diterima di PTN atau karena bujukan orangtua. Jika sudah memasukinya, seharusnya dihayati sebagai bentuk panggilan tersebut. Bukannya sangat menyenangkan melihat pasien datang dalam kondisi hidup segan mati tak mau, tetapi pulang dengan duduk di kursi roda atau bahkan jalan kaki. Meskipun kadang-kadang beberapa harus meninggal juga, tetapi meninggal dunia dengan damai…. 

Kita (mungkin) juga sering melakukan guyonan seperti yang dilakukan oleh Norris : ah, paling tinggal dua jam nih… ah, paling besok nih…. hm…. tebak, sampai kapan nih?????  Perawat adalah melayani. Bukan sebaliknya seperti yang dilakukan Norris. Tulisan ini bukan untuk memberi ide, tetapi mudah-mudahan bisa membuka mata-hati, bahwa yang dihadapi adalah manusia. Jika komputer rusak, bisa kita bawa ke tempat service, atau dipukul, atau ditendang, atau dibuang, atau beli lagi yang baru (karena gak ngerti teknis computer). Tetapi kalau manusia yang rusak????

(Diambil dari berbagai sumber news online : BBC, NBC, ABC, dll). Disappointed something after 3 days searching. Image from http://www.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/00648/news-graphics-2007-_648103a.jpg