<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nurseview</title>
	<atom:link href="http://yenibeth.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yenibeth.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Aug 2011 08:51:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yenibeth.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nurseview</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yenibeth.wordpress.com/osd.xml" title="Nurseview" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yenibeth.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tentang “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan”</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2011/08/16/tentang-%e2%80%9cperfusi-jaringan-tidak-efektif%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2011/08/16/tentang-%e2%80%9cperfusi-jaringan-tidak-efektif%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 08:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal diagnosis keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti perubahan yang ada di NANDA memang terkadang asyik-asyik menjengkelkan. Bagaimana tidak? Baru sebentar bisa menguasai satu diagnose, muncul NANDA edisi berikutnya yang kadang sangat berbeda dengan sebelumnya. Tetapi tetap, selalu menarik untuk diikuti. Kecuali ada yang belum-belum sudah komentar : “Ups, Bahasa Inggris ya?” atau “Sudah ada yang versi Bahasa Indonesia”. Hohoho…. Kali ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=377&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengikuti perubahan yang ada di NANDA memang terkadang asyik-asyik menjengkelkan. Bagaimana tidak? Baru sebentar bisa menguasai satu diagnose, muncul NANDA edisi berikutnya yang kadang sangat berbeda dengan sebelumnya. Tetapi tetap, selalu menarik untuk diikuti. Kecuali ada yang belum-belum sudah komentar : “Ups, Bahasa Inggris ya?” atau “Sudah ada yang versi Bahasa Indonesia”. Hohoho….</p>
<p>Kali ini saya ingin membahas tentang diagnosis keperawatan “Gangguan Perfusi Jaringan”. Memang di NANDA edisi bahula, diagnose tersebut diberi label “Gangguan Perfusi Jaringan”. Tetapi pada NANDA-I 2008-2009 (halaman 228-229), label probelmnya adalah “Ineffective Tissue Perfusion” atau “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan”. Pada edisi tersebut, NANDA membuat diagnose tersebut dalam satu label : “Ineffective Tissue Perfusion (Renal, Cerebral, Cardiopulmonary, Gastrointestinal, Peripheral)”. So, ketika kita mengangkat diagnose tersebut, harus dispesifikkan ke system yang mengalami gangguan perfusi. Sebagai contoh, saat kita mendapatkan data senjang berupa : perubahan status mental, perubahan perilaku, perubahan pergerakan, perubahan reaksi pupil, kesulitan menelan, kelemahan ekstremitas, paralisis atau kesulitan bicara, maka kita bisa angkat “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral”. Tentu saja harus divalidasi dengan pemeriksaan diagnostik yang ada.</p>
<p>Yang berlalu biarlah berlalu….<br />
<span id="more-377"></span><br />
Pada NANDA-I edisi 2009-2011, terjadi perubahan pada label diagnose ini. (1) Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (2) Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral  (3) Resiko penurunan perfusi jaringan cardiac (4) Resiko ketidakefektifan perfusi gastrointestinal dan (5) Resiko ketidakefektifan perfusi renal. Silakan buka mulai halaman 141. So, hanya “Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer” yang merupakan diagnosis actual. Lainnya……… Resiko!</p>
<p>Menurut saya ini justru lebih memudahkan. Kalau dulu, kita harus punya data senjang di atas, misalnya untuk perfusi cerebral (penurunan sirkulasi jaringan cerebral). Tetapi terkadang baru dapat data senjang “hemiparese”, langsung deh mengangkat “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral’. Padahal seharusnya ada data yang lainnya dulu. Kalau datanya hanya “hemiparese”, ya angkat saja “Gangguan mobilitas fisik” misalnya. Dengan NANDA-I 2009-2011 lebih mudah karena begitu kita dapatkan data senjang “kesulitan menelan”, angkat saja “Gangguan menelan (impaired swallowing)”, atau adanya “kesulitan bicara” diangkat lebih ke “Gangguan  komunikasi verbal”, dan seterusnya. Tidak perlu lagi angkat “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral”. Hilangkan dari kamus untuk sementara waktu…….. karena ini biasanya menjadi salah satu diagnose wajibnya mahasiswa di area persarafan. Padahal, kalau sudah terjadi stroke misalnya, berarti sudah actual terjadi “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral” dan di NANDA tidak terdapat diagnosis tersebut.</p>
<p>Terus kapan mengangkat diagnose tersebut?</p>
<p>Karena resiko (bukan resiko tinggi yaaaaaaa….. please dech!), ketika mendapatkan faktor resiko berikut ini, angkat saja diagnose “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral”. Faktor resiko yang dimaksud adalah : abnormalitas lab pembekuan darah, atherosklerotik aortic, tumor otak, stenosis carotid, anemia, embolisme, trauma kepala, hipertensi, stenosis mitra, dll (lihat halaman 143, dan jangan khawatir karena semuanya adalah bahasa medis). Sebagai contoh : ketika merawat klien dengan pemeriksaan tekanan tiga kali berturut-turut dalam 24 jam dan tensinya tinggi, serta ada riwayat hipertensi lama……….. “Resiko ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral”. Tetapi ketika klien ini terkena serangan stroke (tidak mendoakan tentu saja), dan didapati kesulitan bicara, kesulitan menelan dan hemiparese sinistra, angkat saja (1) gangguan menelan (2) gangguan komunikasi verbal dan (3) gangguan mobilitas fisik.</p>
<p><em>It’s cool, guys! Any comment? With my pleasure…..</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=377&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2011/08/16/tentang-%e2%80%9cperfusi-jaringan-tidak-efektif%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Atonia Uteri</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/12/22/atonia-uteri/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/12/22/atonia-uteri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 07:04:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya tidak pernah berpikir untuk menulis materi atau makalah yang berhubungan dengan kebidanan. Sebagai seorang perawat, minat saya terutama tentu saja di bidang keperawatan, meskipun sangat menyenangkan belajar atau diskusi tentang maternitas. Tetapi berikut ini saya ulas sedikit tentang atonia uteri atau Uterine Atonic. Banyak sekali yang sudah menuliskan tentang atonia uteri. Tetapi tulisan berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=374&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya tidak pernah berpikir untuk menulis materi atau makalah yang berhubungan dengan kebidanan. Sebagai seorang perawat, minat saya terutama tentu saja di bidang keperawatan, meskipun sangat menyenangkan belajar atau diskusi tentang maternitas. Tetapi berikut ini saya ulas sedikit tentang atonia uteri atau Uterine Atonic. Banyak sekali yang sudah menuliskan tentang atonia uteri. Tetapi tulisan berikut mungkin akan berbeda karena SAYA SENDIRI MENGALAMINYA. <span id="more-374"></span></p>
<p>Uterine atonic bleeding is massive bleeding during puerperium (the period from the end of the last stage of labor and the return of the uterus to its normal size after delivery: about 3-6 weeks in duration), and happens because of uterine contraction failure immediately after the placenta is delivered. It rarely occurs a day later (http://www.ecureme.com/especial/obgyn/Uterine_atonic_bleeding.asp). Intinya, paska melahirkan, seharusnya uterus berkontraksi untuk mengontrol perdarahan. Pada atonia uteri, uterus tidak melakukan kontraksi, sehingga terjadi perdaharan hebat dari batas normal perdarahan post partum yang lebih kurang adalah 500 cc. Saya sendiri dapat meraba bahwa uterus saya lembek (diajari oleh teman-teman bidan yang baik hati).</p>
<p>Pengertian di atas benar sekali. Selasa, 18 Agustus 2009, setelah mengalami overdue 1 minggu dari HPL, saya pergi ke dokter untuk kontrol rutin. Oleh dokter saya ditawari untuk segera melakukan persalinan, dengan induksi atau operasi. Dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan untuk melakukannya dengan operasi. Ini adalah kehamilan saya yang kedua setelah yang pertama mengalami blighted ovum. Tiga tahun menunggu si kecil, maksud kami, kami tidak mau ambil resiko &amp; diambillah tindakan yang menurut dokter paling kecil resikonya untuk si kecil kami.</p>
<p>Siangnya, tanpa persiapan apapun, saya menjalani operasi. Operasi lancar, si kecil lahir dengan berat 3.400 gram &amp; panjang 52 cm, sehat, cewek, lengkap &amp; saya sempat memberikan ciuman pertama saya sebagai seorang ibu. Saya-pun segera dipindahkan ke ruang perawatan. Sorenya, dua bidan akan mengganti diapers &amp; sekaligus mengobservasi perdarahan post partum. Dan, baru diketahui kalau ternyata darah sudah kemana-mana. Saya tidak merasakannya karena efek bius lumbal. Mulai jam 17 sampai 20, darah terus keluar memenuhi under pads yang dipasang tiada henti oleh para bidan di ruang tersebut. Jam 20.00 obsgy saya datang &amp; langsung melakukan massage. Massage the uterus and inject uterine contraction drugs to control bleeding and recover contractility. (Gambar bisa dilihat di http://www.steinergraphics.com/surgical/004_12.3J.html).  Penanganan lainnya dapat dilihat di http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&amp;kode=507&amp;tbl=biaswanita atau di http://igdrembang.blogspot.com/2009/04/atonia-uteri.html.</p>
<p>Ternyata massage yang dilakukan oleh obsgy &amp; bidan yang bergantian melakukannya tidak dapat merangsang kontraksi uterus saya. Tengah malam, saya dipindahkan ke ruang bersalin. Saya dengar, dokter akan berupaya untuk melakukan tamponade, supaya perdarahan saya berhenti. Waktu itu saya dengar bahwa tekanan darah saya tinggal 60/0 mmHg &amp; Hb tinggal 5 mg/dL. Tetapi Puji Tuhan, dengan semangat teman-teman perawat, bidan, dokter &amp; tentu saja suami, meski dengan kondisi seperti itu saya masih bias tetap sadar penuh. Sepanjang malam saya diajak cerita, supaya saya tidak mengantuk &amp; tertidur. Kondisi ini akan mempersulit mereka untuk melakukan observasi. Ada yang bilang, mungkin kasus perdarahan adalah cara meninggal yang paling tenang…. Sehingga semua perawat &amp; bidan waktu itu silih berganti berupaya menjaga saya supaya tidak jatuh tidur. Saya akui bahwa sempat saya hampir “hilang”. Tetapi teman-teman di sekitar saya berusaha untuk menyadarkan saya, sehingga akhirnya saya bias tetap “bangun”</p>
<p>.</p>
<p>Suami selalu motivasi saya untuk terus mengingat si kecil kami. Wajah yang baru saya lihat beberapa menit itu terus ada di kepala saya, sehingga membuat saya mempunyai motivasi kuat untuk melewati semua itu. Selama ini kalau mengajar, mungkin saya hanya berteori bahwa kondisi psikis bisa sangat mempengaruhi kondisi fisik. Dan ternyata, akhirnya, saya mengalaminya sendiri.</p>
<p>Waktu itu di kedua tangan saya sudah terpasang infuse untuk mengganti cairan yang keluar, sambil diusahakan transfuse darah. Masalah kemudian muncul karena antara intake dan output tidak seimbang, tubuh saya mulai menggelembung karena penumpukan cairan &amp; output urine sangat sedikit. Sepanjang malam saya juga terus minum. Lepas tengah malam saya mulai merasa bahwa jari-jari tangan saya mulai susah untuk digerakkan, karena semakin menggelembung. Saya juga mulai merasa kesemutan. Tetapi, ketika mereka bertanya apakah saya merasa ngantuk, lemes atau semacamnya, saya bilang, sama sekali tidak &amp; saya tidak ingin mengantuk.</p>
<p>Paginya, akhirnya saya dipindah ke ICU. Ngeri sekali rasanya memasuki ruang ICU. Sebelumnya saya masuk ke sana karena mau ketemu mahasiswa atau teman-teman di sana, sekarang saya masuk ke sana sebagai pasien. Seharian di sana, kondisi saya stabil saja. Malamnya saya sudah berani tidur. Hari itu juga dipasang CVP, dan semuanya terkontrol. Hari kedua, saya dibawa lagi ke kamar operasi untuk lepas tampon. Saya sempat berpikir kalau perdarahan tetap tidak berhenti, saya sudah pasrah kalau harus dilakukan histerektomi (http://www.healthsystem.virginia.edu/uvahealth/peds_hrpregnant/postpart.cfm ). Yang penting saya masih bisa merawat anak &amp; suami saya. Tetapi Tuhan tetap bekerja. Selesai dilepas tamponnya, ternyata perdarahannya tinggal sedikit. Obsgy tetap meminta untuk tinggal dulu di ruang operasi selama beberapa saat. Ternyata perdarahannya sudah biasa. Akhirnya saya dikirim lagi ke ICU. Hari ketiga, saya mulai bosan. Bagaimana tidak, tidak boleh ada yang menunggui, rindu semakin memuncak karena belum bertemu lagi dengan si kecil…</p>
<p>Akhirnya dengan seorang pharmacist, saya menangis minta dipindahkan saja ke ruang biasa. Beliau yang sibuk mencari dokternya &amp; akhirnya saya hari itu dipindahkan ke ruang rawat biasa.</p>
<p>Masalah kembali muncul ketika saya mengalami sesak nafas. Saya mulai berpikir jelek bahwa saya kena oedema paru. Malam harinya saya sama sekali tidak bias tidur karena sesak nafas. Hari berikutnya dilakukan rontgent paru &amp; hasilnya tidak apa-apa (saya tidak tahu karena tidak membaca sendiri hasilnya). Hasil konsul dengan internist, saya diberi diuretic &amp; berespon dengan output lebih dari 3 liter. Nafas saya mulai nyaman. 2 hari kondisi saya pulih dengan cepat karena motivasi kuat ingin segera bertemu dengan si kecil. Minggu siang, akhirnya saya bisa lihat dia melalui kaca ruang bayi. Ya Tuhan….. Akhirnya…. Itu dia si kecil buah cinta kami…. Minggu itu juga saya bisa menggendong &amp; menyusui dia. Sorenya, karena suami harus balik ke kotanya, saya merengek dengan perawat di ruang bayi supaya suami saya diijinkan mencium si kecil kami. Unspoken deh! Senin pagi saya diijinkan dokter pulang…</p>
<p>Terima kasih kepada Tuhan, dokter yang sudah merawat dari kehamilan s.d perawatan paska melahirkan, rekan-rekan perawat, bidan, kepala ruang, supervisor, teman-teman &amp; keluarga. Atas bantuan, kasih &amp; motivasinya, saya masih ada &amp; si kecil Faustina Yola Mika sudah tumbuh sehat, lucu dan menyenangkan. Saya sharingkan ini, supaya bisa menjadi motivasi untuk yang lain. Ternyata kuncinya adalah motivasi kita. Saya tidak pernah trauma, takut atau menyesal harus melalui ini, karena yang saya rasakan saat ini adalah B-A-H-A-G-I-A.</p>
<p>Before you were conceived, I wanted you<br />
Before you were born, I loved you<br />
Before you were here an hour, I would die for you<br />
This is the miracle of love.<br />
(Maureen Hawkins)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=374&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/12/22/atonia-uteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NANDA-I 2009-2011 (4)</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/06/03/nanda-i-2009-2011-4/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/06/03/nanda-i-2009-2011-4/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 02:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal diagnosis keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/2009/06/03/nanda-i-2009-2011-4/</guid>
		<description><![CDATA[31. Impaired verbal Communication &#8211; Gangguan komunikasi verbal 32. Readiness for enhanced Communication 33. Decisional Conflict 34. Parental role Conflict 35. Acute Confusion &#8211; Kebingungan akut 36. Chronic Confusion &#8211; Kebingungan kronis 37. Risk for Acute Confusion &#8211; Resiko kebingungan akut 38. Constipation - Konstipasi 39. Perceived Constipation 40. Risk for Constipation &#8211; Resiko konstipasi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=373&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>31.		Impaired verbal Communication &#8211; Gangguan komunikasi verbal<br />
32.		Readiness for enhanced Communication<br />
33.		Decisional Conflict<br />
34.		Parental role Conflict<br />
35.		Acute Confusion &#8211; Kebingungan akut<br />
36.		Chronic Confusion &#8211; Kebingungan kronis<br />
37.		Risk for Acute Confusion &#8211; Resiko kebingungan akut<br />
38.		Constipation -	Konstipasi<br />
39.		Perceived Constipation<br />
40.		Risk for Constipation &#8211; Resiko konstipasi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=373&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/06/03/nanda-i-2009-2011-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NANDA-I 2009-2011 (3)</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/05/28/nanda-i-2009-2011-3/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/05/28/nanda-i-2009-2011-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 06:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal diagnosis keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[21. Ineffective Breathing pattern &#8211; Pola nafas tidak efektif 22. Decreased Cardiac output &#8211; Penurunan cardiac output 23. Risk for decreased Cardiac perfusion &#8211; Resiko penurunan perfusi jantung* 24. Risk for ineffective Cardiac tissue perfustion &#8211; Resiko perfusi jaringan jantung tidak efektif* 25. Caregiver role strain 26. Risk for Caregiver role strain 27. Risk for [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=371&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>21.		Ineffective Breathing pattern  &#8211; Pola nafas tidak efektif<br />
22.		Decreased Cardiac output &#8211; Penurunan cardiac output<br />
23.		Risk for decreased Cardiac perfusion &#8211; Resiko penurunan perfusi jantung*<br />
24.		Risk for ineffective Cardiac tissue perfustion &#8211; Resiko perfusi jaringan jantung tidak efektif*<br />
25.		Caregiver role strain<br />
26.		Risk for Caregiver role strain<br />
27.		Risk for ineffective Cerebral tissue perfusion &#8211; Resiko pefusi jaringan cerebral tidak efektif*<br />
28.		Readiness for enhanced Childbearing process<br />
29.		Readiness for enhanced Comfort<br />
30.		Impaired Comfort -	Gangguan kenyamanan*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=371&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/05/28/nanda-i-2009-2011-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah Penelitian: “The heart of a research”</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/04/28/masalah-penelitian-%e2%80%9cthe-heart-of-a-research%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/04/28/masalah-penelitian-%e2%80%9cthe-heart-of-a-research%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 04:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua yang harus ditanyakan pada seorang peneliti: Apa masalah penelitian-mu? Adakah literatur yang relevan? Satu tips yang sering digunakan adalah menggunakan 5 W dan 1 H: - What: tentang apa itu? - Why: mengapa harus dilakukan? Ada apa? Kenapa? Adakah relevansinya dengan keilmuan kita? Adakah manfaatnya? Tertarikkah nantinya orang untuk mengikutinya? - Who: siapa? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=369&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua yang harus ditanyakan pada seorang peneliti: Apa masalah penelitian-mu? Adakah literatur yang relevan?</p>
<p>Satu tips yang sering digunakan adalah menggunakan 5 W dan 1 H:<br />
-	What: tentang apa itu?<br />
-	Why: mengapa harus dilakukan? Ada apa? Kenapa? Adakah relevansinya dengan keilmuan kita? Adakah manfaatnya? Tertarikkah nantinya orang untuk mengikutinya?<br />
-	Who: siapa? Kenapa dilakukan padanya? Kenapa tidak orang lain atau subjek lain?<br />
-	When: kapan?<br />
-	Where: dimana? Mengapa harus disana? Kenapa tidak di tempat yang lain saja?<br />
-	Which: apa spesifiknya? Adakah yang membedakan dengan yang lainnya?<br />
-	How: bagaimana nanti melakukannya? Mungkin tidak dilakukan? Mampu tidak saya melakukannya? Cukupkah sumber daya yang saya miliki untuk melakukannya? Adakah cara untuk melakukannya? Adakah literatur atau sumber yang dapat digunakan dan mencukupi?<br />
<span id="more-369"></span><br />
Masalah penelitian merupakan suatu pondasi dalam melakukan suatu penelitian. Singkatnya, masalah penelitian adalah adanya gap atau kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, teori dengan praktek, yang seharusnya dengan yang terjadi. Masalah penelitian bukan merupakan suatu rumusan tujuan. Ketika ditanya apa masalah penelitianmu? Beberapa menjawab: ”Ingin mengetahui&#8230;” dan itu adalah rumusan tujuan, bukan suatu masalah penelitian. </p>
<p>Masalah penelitian akan menentukan keberhasilan dari suatu penelitian. Ada seorang pakar penelitian yang menyatakan bahwa ”Ketika seorang peneliti sudah berhasil memformulasikan (baca: ”menemukan”) masalah penelitian, maka sebenarnya 50% penelitian tersebut sudah berjalan”. Begitu juga sebaliknya, ketika masalah penelitian itu belum ditemukan, maka penelitian itu selamanya tidak akan berjalan. </p>
<p>Judul atau masalah penelitian? Jelas jawabannya adalah menentukan masalah penelitian terlebih dahulu. Judul adalah sesuatu hal yang bisa dilakukan (baca: diformulasikan) belakangan. </p>
<p>Contoh:<br />
-	di dusun X terjadi wabah penyakit Y, dengan IR paling tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya (perlu evidence angka kejadiannya)<br />
-	sudah dilakukan pelatihan tentang komunikasi teraputik sebanyak dua kali pada seluruh karyawan rumah sakit X, tetapi ada sebanyak 513 surat dari pasien selama tahun 2008 menyatakan bahwa komunikasi perawat di RS X tersebut sangat buruk<br />
-	mahasiswa keperawatan di Akper X sudah menjalani classroom activities, skills lab dan uji pre-klinik tentang cuci tangan. Tetapi setelah di klinik, hasil obeservasi menunjukkan bahwa 70% mahasiswa tidak melakukan cuci tangan dengan benar. </p>
<p>Dari contoh masalah penelitian di atas, tentu saja hanya sekedar contoh yang masih memerlukan suatu studi pendahuluan dan studi literature lanjutan untuk memantapkan evidence-nya, bisa dengan mudah diformulasikan judul penelitiannya.</p>
<p>Audit klinik atau penelitian? Baru-baru ini menyadari, bahwa ternyata ada satu teknik yang nampak sama nyata beda dengan sebuah penelitian. Namanya Audit Klinik. Audit klinik digunakan untuk melakukan suatu perbandingan antara suatu pedoman dengan pelaksanaannya. Metodologinya hampir sama dengan sebuah penelitian, simple descriptive statistics (mean, mode, median) atau Chi-square, T-test, dan lainnya. Bedanya dengan penelitian, sekali lagi, audit klinik menetapkan suatu standar atau pedoman atau guidelines. Misalnya: audit klinik kejadian infeksi nosokomial di suatu RS, pelaksanaan dokumentasi proses keperawatan dengan berdasarkan SAK atau pelaksanaan suatu intervensi keperawatan berdasarkan Instruksi Kerja (beberapa masih menyebutnya SOP). Data tambahannya bisa berupa: data demografi atau karakteristik (jumlah penderita, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dari penderita misalnya). Tujuan utama dari suatu audit klinik adalah evaluasi.</p>
<p>Perlu dipertimbangkan: apa relevansi hasil penelitian tersebut untuk bidang keilmuan kita??? Terkadang seseorang terlalu euforia melakukan suatu penelitian yang ternyata tidak ada hubungannya atau tidak ada manfaatnya dengan bidang keilmuan kita.</p>
<p>Just remind you: tidak perlu susah-susah melakukan suatu penelitian kalau jawabannya sudah ada di tangan&#8230;. ”Saya ingin meneliti tentang penyebab dari penyakit thypus (sudah banyak sumber yang membahasnya kan?)”. ”Saya ingin sekali meneliti tentang perilaku mencuci tangan pada mahasiswa di Akper X, soalnya berdasarkan pengamatan saya menggunakan checklist IK mencuci tangan, 78% mahasiswa tidak melakukan teknik mencuci tangan dengan baik dan benar (jadi mau ngapain lagi kalau sudah tahu? Mungkin justru mencari kenapa kok mereka tidak melakukan cuci tangan dengan baik dan benar?  faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan, misalnya, dengan tetap menggunakan evidence di atas)”. </p>
<p>So, studi awal atau pendahuluan, baik itu merupakan studi lapangan atau studi literatur, sangat penting untuk dilakukan. Dari sana, kadang kita bisa punya ide yang jauh lebih menarik dari pada ide sebelumnya. Dengan kata lain, dengan menghabiskan banyak waktu di perpustakaan atau di warung internet (bukan untuk chatting atau facebooking tentu saja), kita justru bisa ”menemukan” banyak masalah penelitian di bidang keilmuan kita. Ingat, menemukan masalah berbeda, sangat berbeda, dengan mencari-cari masalah. Dalam penelitian, yang diperlukan adalah ”menemukan masalah”. </p>
<p>Hope it helps! </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=369&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/04/28/masalah-penelitian-%e2%80%9cthe-heart-of-a-research%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NANDA-I 2009-2011 (2)</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/04/28/nanda-i-2009-2011-2/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/04/28/nanda-i-2009-2011-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 03:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal diagnosis keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[sambungan 11. Autonomic dysreflexia 12. Risk for Autonomic dysreflexia 13. Risk prone health Behavior 14. Risk for Bleeding - Resiko perdarahan* 15. Disturbed Body image &#8211; Gangguan citra tubuh 16. Risk for imbalanced Body temperature &#8211; Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh* 17. Bowel incontinence &#8211; Inkontinensia bowel/alvi 18. Effective Breastfeeding 19. Ineffective Breastfeeding &#8211; Pemberian ASI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=367&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>sambungan</em></p>
<p>11.		Autonomic dysreflexia<br />
12.		Risk for Autonomic dysreflexia<br />
13.		Risk prone health Behavior<br />
14.		Risk for Bleeding -	Resiko perdarahan*<br />
15.		Disturbed Body image &#8211; 	Gangguan citra tubuh<br />
16.		Risk for imbalanced Body temperature &#8211; Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh*<br />
17.		Bowel incontinence &#8211; Inkontinensia bowel/alvi<br />
18.		Effective Breastfeeding<br />
19.		Ineffective Breastfeeding &#8211; Pemberian ASI tidak efektif<br />
20.		Interrupted Breastfeeding &#8211; Gangguan pemberian ASI</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=367&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/04/28/nanda-i-2009-2011-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diagnosis Keperawatan berdasarkan NANDA-I 2009-2011</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/27/diagnosis-keperawatan-berdasarkan-nanda-i-2009-2011/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/27/diagnosis-keperawatan-berdasarkan-nanda-i-2009-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 08:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal diagnosis keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[NANDA-I 2007-2008 berisi 188 diagnosis keperawatan, termasuk 26 diagnosis yang direvisi (misal: gangguan pola tidur &#8212; insomnia) dan 15 dianosis baru (resiko ketidakstabilan gula darah). Taksonomi masih menggunakan taksonomi II. NANDA-I terbaru 2009-2011, berisi tambahan 21 diagnosis keperawatan baru (*), 9 diagnosis revisi dan beberapa diagnosis yang tidak digunakan lagi. Total diagnosis keperawatan sampai saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=360&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NANDA-I 2007-2008 berisi 188 diagnosis keperawatan, termasuk 26 diagnosis yang direvisi (misal: gangguan pola tidur &#8212; insomnia) dan 15 dianosis baru (resiko ketidakstabilan gula darah). Taksonomi masih menggunakan taksonomi II.</p>
<p>NANDA-I terbaru 2009-2011, berisi tambahan 21 diagnosis keperawatan baru (*), 9 diagnosis revisi dan beberapa diagnosis yang tidak digunakan lagi. Total diagnosis keperawatan sampai saat ini adalah 205 diagnosis. Biasanya NANDA-I akan direvisi setiap 2 tahun, tetapi kali ini NANDA-I menerbitkan daftar diagnosisnya untuk kurun waktu tiga tahun.<br />
<span id="more-360"></span></p>
<p>NANDA 2009-2011</p>
<p>NANDA-I NURSING DIAGNOSES<br />
1.		Activity intolerance &#8211; Intoleransi aktivitas<br />
2.		Risk for Activity intolerance -	Resiko intoleransi aktivitas<br />
3.		Ineffective Activity planning -	Rencana kegiatan tidak efektif<br />
4.		Ineffective Airway clearance -	Bersihan jalan nafas tidak efektif<br />
5.		Latex Allergy response<br />
6.		Risk for latex Allergy response<br />
7.		Anxiety -	Kecemasan<br />
8.		Death Anxiety<br />
9.		Risk for Aspiration -	Resiko aspirasi<br />
10.		Risk for impaired parent/infant/child Attachment	</p>
<p><em>Maaf, belum semuanya bisa dipublikasikan &#8212; terbentur copyright (hiks!). </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=360&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/27/diagnosis-keperawatan-berdasarkan-nanda-i-2009-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Askep pada COPD</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/20/askep-pada-copd/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/20/askep-pada-copd/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 01:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Askep Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[A. Teori Medis Chronic Obstructive Pulmonal Disease (COPD) 1. Pengertian COPD COPD adalah sekresi mukoid bronchial yang bertambah secara menetap disertai dengan kecenderungan terjadinya infeksi yang berulang dan penyempitan saluran nafas , batuk produktif selama 3 bulan, dalam jangka waktu 2 tahun berturut-turut (Ovedoff, 2002). Sedangkan menurut Price &#38; Wilson (2005), COPD adalah suatu istilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=357&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A.	Teori Medis Chronic Obstructive Pulmonal Disease (COPD)</p>
<p>1.	Pengertian COPD</p>
<p>COPD adalah sekresi mukoid bronchial yang bertambah secara menetap disertai dengan kecenderungan terjadinya infeksi yang berulang dan penyempitan saluran nafas , batuk produktif selama 3 bulan, dalam jangka waktu 2 tahun berturut-turut (Ovedoff, 2002). Sedangkan menurut Price &amp; Wilson (2005), COPD adalah suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan ditandai dengan obstruksi aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya.</p>
<p> </p>
<p>2.	Klasifikasi COPD</p>
<p>Menurut Alsagaff &amp; Mukty (2006), COPD dapat diklasifikasikan sebagai berikut:</p>
<p>a.	Asma Bronkhial: dikarakteristikan oleh konstruksi yang dapat pulih dari otot halus bronkhial, hipersekresi mukoid, dan inflamasi, cuaca dingin, latihan, obat, kimia dan infeksi.</p>
<p>b.	Bronkitis kronis: ditandai dengan batuk-batuk hampir setiap hari disertai pengeluaran dahak sekurang-kurangnya 3 bulan berturut-turut dalam satu tahun, dan paling sedikit selama 2 tahun. Gejala ini perlu dibedakan dari tuberkulosis paru, bronkiektasis, tumor paru, dan asma bronkial.</p>
<p>c.	Emfisema: suatu perubahan anatomis paru-paru yang ditandai dengan melebarnya secara abnormal saluran udara sebelah distal bronkus terminal, disertai kerusakan dinding alveolus.</p>
<p> <span id="more-357"></span></p>
<p>3.	Fisiologi Pernafasan</p>
<p>Berdasarkan Syaifudin (2006), fungsi umum dari system pernafasan adalah:</p>
<p>a.	Hidung  Hidung atau naso atau nasal merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua lubang (kavum nasi), dipisahkan oleh secret hidung (septum nasi). Didalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu, dan kotoran yang masuk kedalam rongga hidung. Bagiannya terdiri dari : 1)	Bagian luar dinding terdiri dari kulit. 2)	Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan. 3)	Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung (konka nasalis), yang berjumlah 3 buah: a)	Konka nasalis inferior (karang hidung bagian bawah). b)	Konka nasalis madia (karang hidung bagian tengah) c)	Konka nasalis superior (karang hidung bagian atas)</p>
<p>b.	Faring Tekak atau faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan, terdapat dibawah dasar tengkorak,  dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Rongga tekak dibagi dalam 3 bagian: 1)	Bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan kocna isebut naso faring. 2)	Bagian tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium disebut orofaring. 3)	Bagian bawah sekali dinamakan laringofaring.</p>
<p>c.	Laring Laring atau pangkal tenggorok merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara, terletak di bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakhea dibawahnya. Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain: 1)	Kartilago tiroid (1 buah) depan jakun (adam’s apple), sangat jelas terlihat pada pria. 2)	Kartilago Krikoid (1 buah) yang berbentk cincin. 3)	Kartilago epiglottis (1 buah).</p>
<p>d.  Trakhea  Trakhea atau batang tenggorok merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16 sampai  20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda (huruf C).</p>
<p>e.	Bronkus  Bronkus atau cabang tenggorok merupakan lanjutan dari trachea, ada 2 buah yang terapat pada ketinggian vertebra trakealis IV dan V mempunyai struktur serupa dengan trakhea dan dilapisi oleh jenis set yang sama.</p>
<p>f.	Paru-paru  Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembug (gelembung hawa, alveoli). 1.	Paru-paru kanan, terdiri dari 3 lobus (belah paru), lobus pulmo dekstra superior, lobus media, lobus inferior. Tap lobus tersusun oleh lobulus. 2.	Paru-paru kiri, terdiri dari pulmo sinistra lobus superior dan inferior.</p>
<p>Fisiologi Pernafasan: Pernafasan paru merupakan pertukaran oksigen dan karbondioksida yang terjadi pada paru-paru. Pernafasan melalui paru-paru atau pernafasan eksterna, oksigen diambil melalui mulut dan hidung pada waktu bernafas kemudian oksigen masuk melalui trakhea sampai ke alveoli berhubungan dengan darah dalam kapiler pulmonar. Alveoli memisahkan oksigen dari darah,  oksigen menembus membran, diambil oleh sel darah merah dibawa kejantung dan dari jantung dipompakan ke seluruh tubuh. Didalam paru-paru karbondioksida merupakan hasil buangan yang menembus membran alveoli. Dari kapiler darah di keluarkan melalui pipa bronkus berakhir sampai pada mulut dan hidung. Empat proses yang berhubungan dengan pernafasan pulmoner: a)  Ventilasi pulmoner, gerakan pernasfasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar. b)  Arus darah melalui paru-paru, darah mengandung oksigen masuk ke seluruh tubuh, karbondioksida dari seluruh tubuh masuk ke paru-paru. c)  Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian rupa dengan jumlah yang tepat yang bisa dicapai untuk semua bagian. d) Difusi gas yang menembus membran alveoli dan kapiler karbondioksida lebih mudah berdifusi daripada oksigen.  Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi ketika konsentrasi dalam darah mempengaruhi dan merangsang pusat peernafasan terdapat dalam otak untuk memperbesar kecepatan dalam pernafasan sehingga terjadi pengambilan O2 dan pengambilan CO2 lebih banyak. Darah merah (hemoglobin) yang banyak mengandung oksigen dari seluruh tubuh masuk ke dalam jaringan yang akhirnya mencapai kapiler. Darah mengeluarkan oksigen ke dalam jaringan, mengambil karbondioksida untuk dibawa ke paru-paru dan di paru-paru terjadi pernafasan eksterna. Besarnya daya muat udara dalam paru-paru 4500-5000 ml(4,4-5 liter). Udara yang diproses dalam paru-paru (inspirasi dan ekspirasi) hanya 10%, ± 500 ml disebut juga udara pasang surut (tidal air) yaitu yang dihirup dan yang dihembuskan pada pernafasan biasa. Kecepatan pernafasan pada wanita lebih tinggi daripada pria. Pernafasan secara normal, ekspirasi akan menyusul inspirasi dan kemudian istirahat. Pada bayi ada kalanya terbalik, inspirasi-istirahat-ekspirasi, disebut juga pernafasan terbalik.</p>
<p> </p>
<p>4.   Etiologi</p>
<p>Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko munculnya COPD (Mansjoer, 1999) adalah:</p>
<p>a.	Kebiasaan merokok</p>
<p>b.	Polusi udara</p>
<p>c.	Paparan debu, asap, dan gas-gas kimiawi akibat kerja.</p>
<p>d.	Riwayat infeksi saluran nafas.</p>
<p>e.	Bersifat genetik yaitu defisiensi -1 antitripsin.</p>
<p> </p>
<p>5.	Tanda dan gejala berdasarkan Brunner &amp; Suddarth (2005) adalah sebagai berikut:</p>
<p>a.	Batuk produktif, kronis pada bulan-bulan musim dingin.</p>
<p>b.	Batuk kronik dan pembentukan sputum purulen dalam jumlah yang sangat banyak.</p>
<p>c.	Dispnea.</p>
<p>d.	Nafas pendek dan cepat (Takipnea).</p>
<p>e.	Anoreksia.</p>
<p>f.	Penurunan berat badan dan kelemahan.</p>
<p>g.	Takikardia, berkeringat.</p>
<p>h.	Hipoksia, sesak dalam dada.</p>
<p> </p>
<p>6.	Manifestasi / gambaran  klinis</p>
<p>a.	Batuk produktif.</p>
<p>b.	Sputum putih atau mukoid, jika ada infeksi menjadi purulen atau mikroperulen.</p>
<p>c.	Sesak sampai menggunakan otot-otot pernafasan tambahan untuk bernafas.</p>
<p> </p>
<p>7.	Pemeriksaan Diagnostik</p>
<p>a.	Anamnesis : riwayat penyakit ditandai 3 gejala klinis diatas dan faktor-faktor penyebab.</p>
<p>b.	Pemeriksaan fisik: 1)	Pasien biasanya tampak kurus dengan barrel-shapped chest (diameter anteroposterior dada meningkat). 2)	Fremitus taktil dada berkurang atau tidak ada. 3)	Perkusi pada dada hipersonor, peranjakan hati mengecil, batas paru hati lebih rendah, pekak jantung berkurang. 4)	Suara nafas berkurang.</p>
<p>c.	Pemeriksaan radiologi 1)	Foto thoraks pada bronkitis kronik memperlihatkan tubular shadow berupa bayangan garis-garisyang pararel keluar dari hilus menuju ke apeks paru dan corakan paru yang bertambah. 2)	Pada emfisema paru, foto thoraks menunjukkan adanya overinflasi dengan gambaran diafragma yang rendah yang rendah dan datar, penciutan pembuluh darah pulmonal, dan penambahan corakan kedistal.</p>
<p>d.	Tes fungsi paru : Dilakukan untuk menentukan penyebab dispnea untuk menentukan penyebab dispnea, untuk menentukan apakah fungsi abnormal adalah obstimulasi atau restriksi, untuk memperkirakan derajat disfungsi dan untuk mengevaluasi efek terapi, misalnya bronkodilator.</p>
<p>e.	Pemeriksaan gas darah.</p>
<p>f.	Pemeriksaan EKG</p>
<p>g.	Pemeriksaan Laboratorium darah : hitung sel darah putih.</p>
<p> </p>
<p>8.	Komplikasi</p>
<p>Infeksi yang berulang, pneumotoraks spontan, eritrosit karena keadaan hipoksia kronik, gagal nafas, dan kor pulmonal.</p>
<p> </p>
<p>9.	Penatalaksanaan</p>
<p>a.	Pencegahan : Mencegah kebiasaan merokok, infeksi dan polusi udara.</p>
<p>b.	Terapi ekserbasi akut dilakukan dengan: 1)	Antibiotik, karena eksaserbasi akut biasanya disertai infeksi a)	Infeksi ini umumnya disebabkan oleh H. Influenza dan S. Pneumonia, maka digunakan ampisilin 4 x 0,25 – 0,5 g/hari  atau aritromisin 4 x 0,5 g/hari. b)	Augmentin (amoxilin dan asam klavuralat) dapat diberikan jika kuman penyebab infeksinya adalah H. Influenza dan B. Catarhalis yang memproduksi B. Laktamase. Pemberian antibiotic seperti kotrimoksosal, amoksisilin atau doksisilin pada pasien yang mengalami eksaserbasi akut terbukti mempercepat penyembuhan dan membantu mempererat kenaikan peak flowrate. Namun hanya dalam 7 – 10 hari selama periode eksaserbasi. Bila terdapat infeksi sekunder atau tanda-tanda pneumonia, maka dianjurkan antiobiotik yang lebih kuat. 2)	Terapi oksigen diberikan jika terdapat kegagalan pernafasan karena hiperkapnia dan berkurangnya sensitivitas CO2. 3)	Fisioterapi membantu pasien untuk mengeluarkan sputum dengan baik. 4)	Bronkodilator, untuk mengatasi obstruksi jalan nafas, termsuk didalamnya golongan adrenergic B dan antikolinergik. Pada pasien dapat diberikan sulbutamol 5 mg dan atau protropium bromide 250 g diberikan tiap 6 jam dengan rebulizer atau aminofilin 0,25 – 05 g IV secara perlahan.</p>
<p>c.	Terapi jangka panjang dilakukan dengan : 1)	Antibiotik untuk kemoterapi preventif jangka panjang, ampisilin 4 x 0,25 – 0,5/hari dapat menurunkan ekserbasi akut. 2)	Bronkodilator, tergantung tingkat reversibilitas obstruksi saluran nafas tiap pasien, maka sebelum pemberian obat ini dibutuhkan pemeriksaan obyektif fungsi foal paru. 3)	Fisioterapi. 4)	Latihan fisik untuk meningkatkan toleransi akivitas fisik. 5)	Mukolitik dan ekspekteron. 6)	Terapi oksigen jangka panjang bagi pasien yang mengalami gagal nafas Tip II dengan PaO2 &lt; 7,3 kPa (55 mmHg). 7)	Rehabilitasi, pasien cenderung menemui kesulitan bekerja, merasa sendiri dan terisolasi, untuk itu perlu kegiatna sosialisasi agar terhindar dari depresi. Rehabilitasi untuk pasien PPOK/COPD: a)  Fisioterapi  b)	Rehabilitasi psikis  c)	Rehabilitasi pekerjaan</p>
<p> </p>
<p>B.	Teori Keperawatan</p>
<p>1.	Pengkajian Pola Kesehatan Fungsional Gordon di kutip dari Hidayat (2004).</p>
<p>a.	Persepsi kesehatan /penanganan kesehatan : Pada pengumpulan data tentang persepsi dan pemeliharaan kesehatan yang perlu ditanyakan adalah persepsi terhadap penyakit atau sakit, persepsi terhadap kesehatan, persepsi terhadap penatalaksanaan kesehatan seperti penggunaan atau pemakaian tembakau, atau penggunaan alkohol dan sebagainya.</p>
<p>b.	Nutrisi-metabolik : Pada pola nutrisi dan metabolik yang ditanyakan adalah diet khusus,/suplemen yang di konsumsi, instruksi diet sebelumnya, nafsu makan, jumlah makan atau jumlah minum serta cairan yang masuk, ada tidaknya mual-muntah, stomatitis, fluktuasi BB 6 bulan terakhir naik/turun, adanya kesukaran menelan, penggunaan gigi palsu atau tidak, riwayat masalah/penyembuhan kulit, ada tidaknya ruam, kekeringan, kebutuhan jumlah zat gzinya, dll.</p>
<p>c.	Eliminasi : Pada pola ini yang perlu ditanyakan adalah jumlah kebiasaan defekasi perhari, ada/tidaknya konstipasi, diare, inkontinensia, tipe ostomi yang di alami, kebiasaan alvi, ada/tidaknya disuria, nuctoria, urgensi, hematuri, retensi, inkontinensia, apakah kateter indwing atau kateter eksternal, dll.</p>
<p>d.	Aktivitas dan latihan : Pada pengumpulan data ini yang perlu ditanyakan adalah kemampuan dalam menata diri antara lain seperti makan, mandi, berpakaian, toileting, tingkat mobilitas di tempat tidur, berpindah, berjalan, dll.</p>
<p>e.	Kognitif-perseptual : Pada pola ini yang ditanyakan adalah keadaan mental, cara berbicara normal atau tidak, kemampuan berkomunikasi, keadekuatan alat sensori, seperti penglihatan pendengaran, pengecapan, penghidu, persepsi nyeri,kemampuan fungsional kognitif.</p>
<p>f.	Istirahat-tidur : Pengkajian pola tidur dan istirahat ini yang ditanyakan adalah jumlah jam tidur pada malam hari , pagi hari, siang hari, merasa tenang setelah tidur, masalah selama tidur, adanya terbangun dini, insomnia atau mimpi buruk.</p>
<p>g.	 Persepsi diri/konsep diri : Pada persepsi ini yang ditanyakan adalah persepsi tentang dirinya dari masalah-masalah yang ada seperti perasaan kecemasan, ketakutan atau penilaian terhadap diri mulai dari peran, ideal diri, konsep diri, gambaran diri dan identitas tentang dirinya.</p>
<p>h.	 Peran/hubungan : Pada pola yang perlu ditanyakan adalah pekerjaan, status pekerjaan, kemampuan bekerja, hubungan dengan klien atau keluarga, dan gangguan terhadap peran yang dilakukan.</p>
<p>i.	Seksualitas dan reproduksi : kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan oleh klien dengan seksualitas, tahap dan pola reproduksi.</p>
<p>j.	Koping/toleransi stress : Pola koping yang umum, toleransi stress, sistem pendukung, dan kemampuan yang dirasakan untuk mengendalikan dan menangani situasi. k.	Nilai-keyakinan : Yang perlu ditanyakan adalah pantangan dalam agama selama sakit serta kebutuhan adanya rohaniawan, dll.</p>
<p> </p>
<p>2.	Pemeriksaan Fisik Head to Toe (Hidayat, 2004)</p>
<p>a.	Keadaan umum : Keadaan umum ini dapat meliputi kesan keadaan sakit termasuk ekspresi wajah dan posisi pasien, kesadaran yang dapat meliputi penilaian secara kualitatif seperti compos mentis, apathis, somnolent, sopor, koma dan delirium.</p>
<p>b.	Pemeriksaan tanda vital : Meliputi nadi (frekuensi, irama, kualitas), tekanan darah, pernafasan (frekuensi, irama, kedalaman, pola pernafasan) dan suhu tubuh.</p>
<p>c.	Pemeriksaan kulit, rambut dan kelenjar getah bening. Kulit : Warna (meliputi pigmentasi, sianosis, ikterus, pucat, eritema dan lain-lain), turgor, kelembaban kulit dan ada/tidaknya edema. Rambut : Dapat dinilai dari warna, kelebatan, distribusi dan karakteristik lain. Kelenjar getah bening : Dapat dinilai dari bentuknya serta tanda-tanda radang yang dapat dinilai di daerah servikal anterior, inguinal, oksipital dan retroaurikuler.</p>
<p>d.	Pemeriksaan kepala dan leher Kepala : Dapat dinilai dari bentuk dan ukuran kepala, rambut dan kulit kepala, ubun-ubun (fontanel), wajahnya asimetris atau ada/tidaknya pembengkakan, mata dilihat dari visus, palpebrae, alis bulu mata, konjungtiva, sklera, pupil, lensa, pada bagian telinga dapat dinilai pada daun telinga, liang telinga, membran timpani, mastoid, ketajaman pendengaran, hidung dan mulut ada tidaknya trismus (kesukaran membuka mulut), bibir, gusi, ada tidaknya tanda radang, lidah, salivasi. Leher : Kaku kuduk, ada tidaknya massa di leher, dengan ditentukan ukuran, bentuk, posisi, konsistensi dan ada tidaknya nyeri telan.</p>
<p>e.	Pemerksaan dada : Yang diperiksa pada pemeriksaan dada adalah organ paru dan jantung. Secara umum ditanyakan bentuk dadanya, keadaan paru yang meliputi simetris apa tidaknya, pergerakan nafas, ada/tidaknya fremitus suara, krepitasi serta dapat dilihat batas pada saat perkusi didapatkan bunyi perkusinya, bagaimana(hipersonor atau timpani), apabila udara di paru atau pleura bertambah, redup atau pekak, apabila terjadi konsolidasi jarngan paru, dan lain-lain serta pada saat auskultasi paru dapat ditentukan suara nafas normal atau tambahan seperti ronchi, basah dan kering, krepitasi, bunyi gesekan dan lain-lai pada daerah lobus kanan atas, lobus kiri bawah, kemudian pada pemeriksaan jantung dapat diperiksa tentang denyt apeks/iktus kordis dan aktivitas ventrikel, getaran bising(thriil), bunyi jantung, atau bising jantung dan lain-lain.</p>
<p>f.	Pemeriksaan abdomen : data yang dikumpulkan adalah data pemeriksaan tentang ukuran atau bentuk perut, dinding perut, bising usus, adanya ketegangan dinding perut atau adanya nyeri tekan serta dilakukan palpasi pada organ hati, limpa, ginjal, kandung kencing yang ditentukan ada tidaknya dan pembesaran pada organ tersebut, kemudian pemeriksaan pada daerah anus, rektum serta genetalianya.</p>
<p>g.	Pemeriksaan anggota gerak dan neurologis : diperiksa adanya rentang gerak, keseimbangan dan gaya berjalan, genggaman tangan, otot kaki, dan lain-lain.</p>
<p> </p>
<p>3.	Diagnosa Keperawatan Teori (Doengoes, 1999 &amp; NANDA-I 2007-2008)</p>
<p>a.	Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d bronkospasme, peningkatan produksi sekret, sekret tertahan, tebal, sekresi kental.</p>
<p>b.	Kerusakan pertukaran gas b/d gangguan suplai oksigen (obstruksi jalan nafas oleh sekresi, spasme bronkus, jebakan udara) kerusakan alveoli.</p>
<p>c.	Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b/d Dispena, kelemahan, efek samping obat, produksi sputum, anorexia, mual/muntah</p>
<p>d.	Resiko infeksi b/d tidak adekuatnya pertahanan utama (penurunan kerja silia, menetapnya secret) tidak adekuatnya imunitas (kerusakan jaringan peningkatan, pemajangan pada lingkungan)</p>
<p>e.	Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, tindakan b/d kurang informasi, tidak mengenal sumber informasi, salah mengerti tentang informasi, kurang mengingat/keterbatasan kognitif.</p>
<p> </p>
<p><em>Has made by Eni Sumiyati (student) with some revisions by Yn.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=357&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/20/askep-pada-copd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lemak di leher dan resiko masalah jantung</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/13/lemak-di-leher-dan-resiko-masalah-jantung/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/13/lemak-di-leher-dan-resiko-masalah-jantung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 01:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/13/lemak-di-leher-dan-resiko-masalah-jantung/</guid>
		<description><![CDATA[BBC news, 12 Maret 2009, membahas masalah kesehatan dengan judul aslinya adalah ”Fat neck a clue to heart risk”. Beberapa peneliti dari Framingham Heart Study menemukan bahwa seseorang yang mempunyai leher yang besar, berarti beresiko besar juga terhadap penyakit jantung. Penelitian dilakukan pada lebih dari 3.300 pria dan wanita yang berusia rata-rata 51 tahun. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=356&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BBC news, 12 Maret 2009, membahas masalah kesehatan dengan judul aslinya adalah ”Fat neck a clue to heart risk”. Beberapa peneliti dari Framingham Heart Study menemukan bahwa seseorang yang mempunyai leher yang besar, berarti beresiko besar juga terhadap penyakit jantung. Penelitian dilakukan pada lebih dari 3.300 pria dan wanita yang berusia rata-rata 51 tahun.</p>
<p>Dalam penelitian ini ditemukan bahwa rata-rata lingkar leher adalah 40.5 cm untuk pria dan 34.2 cm untuk wanita. Untuk setiap kenaikan lingkar leher sebesar 3 cm, pada pria berarti lebih 2.2 mg/dl dan wanita 2.7 mg/dl kolesterol jahat. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=356&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/03/13/lemak-di-leher-dan-resiko-masalah-jantung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memanusiakan Manusia</title>
		<link>http://yenibeth.wordpress.com/2009/02/17/memanusiakan-manusia/</link>
		<comments>http://yenibeth.wordpress.com/2009/02/17/memanusiakan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 03:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yenichrist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yenibeth.wordpress.com/2009/02/17/memanusiakan-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pasien tergeletak tak berdaya di tempat tidurnya. Kepalanya berbalut perban, tanda beberapa waktu yang lalu baru mengalami craniotomy Kesadarannya masih somnolent. Di hidungnya terpasang selang NGT dan Oksigen. Ada selang infus dan kateter di sisi yang lain. Seorang mahasiswa datang padaku. “Bu, saya mau angkat jahit di kepala pasien kamar 2D”. Catatan nomer satu: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=354&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pasien tergeletak tak berdaya di tempat tidurnya.<br />
Kepalanya berbalut perban, tanda beberapa waktu yang lalu baru mengalami craniotomy<br />
Kesadarannya masih somnolent.<br />
Di hidungnya terpasang selang NGT dan Oksigen.<br />
Ada selang infus dan kateter di sisi yang lain. </p>
<p>Seorang mahasiswa datang padaku.<br />
“Bu, saya mau angkat jahit di kepala pasien kamar 2D”.<br />
<em>Catatan nomer satu:</em> dia tidak memanggil nama pasien tersebut, tetapi “kamarnya”.<br />
<span id="more-354"></span><br />
Mahasiswa tersebut mulai sibuk menyiapkan peralatan angkat jahitnya.<br />
Dan kulihat, benar-benar hanya set angkat jahit yang dia siapkan.<br />
Saya tanya: “Hanya itu?”<br />
Dia menjawab: “Hm… sebenarnya ada oral hygiene, penil hygiene, sonde, inhalasi. Tapi biar gentian dengan teman lain ya Bu?”<br />
<em>Catatan nomer dua:</em> satu pasien perasatnya dibagi-bagi, dengan alasan biar semua kebagian perasat.<br />
Saya jawab singkat: “Tidak. Kamu yang bertanggung jawab sepenuhnya”.</p>
<p>Dia masih saja sibuk menyiapkan set angkat jahit dan yang lain.<br />
Saya minta dia untuk menyiapkan inhalasi dulu.<br />
Dan, dengan sigap dia bawa 2 flacon kecil berisi cairan obat dan langsung pergi ke kamar pasien.<br />
Saya cegat di depan kamar pasien, dan saya minta melengkapi peralatannya.<br />
Tersipu malu, dia siapkan baki kecil, obat inhalasi dia masukkan ke bak instrument kecil, bengkok, satu pak kassa steril, 1 botol kecil aguades, lidi kapas steril dan alcohol dalam tempatnya.<br />
<em>Catatan nomer tiga:</em> dia lebih senang bolak-balik ambil alat daripada antisipasi awal?</p>
<p>Kemudian dia mulai melakukan perasat yang lain.<br />
Saat itu dia melakukan angkat jahit post craniotomy.<br />
Begitu sampai di dekat pasien, dia langsung sibuk menyiapkan alat.<br />
Saya ingatkan singkat: “Komter, Dik!”<br />
Dia bilang singkat juga: “Somnolent kok Bu…”<br />
Dengan pitch control lebih tinggi sedikit saya bilang: “Tetap lakukan!”<br />
<em>Catatan nomer empat:</em> pasien tidak sadar….. bisa lakukan apa-apa seenaknya?</p>
<p>Ternyata jahitannya cukup banyak.<br />
Datang satu temannya, lengkap dengan sarung tangan dan APD lainnya.<br />
Setelah mengamati beberapa saat, mahasiswa yang baru datang tersebut minta ijin ke saya: “Bu, yang separo jahitan biar saya yang angkat ya?”<br />
Saya jawab singkat: “Jelas tidak boleh!”<br />
<em>Catatan nomer lima:</em> sama dengan nomer dua, ditambah komentar dalam hati “Ini manusia… bukan manekin di lab keperawatan!”</p>
<p>Hanya beberapa catatan singkat dari perjalanan saya bersama mahasiswa tercinta.<br />
Merekalah yang mengajari saya, untuk selalu mengingatkan mereka.<br />
Dari merekalah saya belajar, bagaimana memanusiakan pasien.<br />
Tingkah laku mereka selalu membuat saya berpikir, bahwa saya harus terus belajar, memanusiakan manusia, supaya kelak, mereka juga terus mempunyai pemikiran untuk memanusiakan pasien dan tetap menghormati mereka….. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yenibeth.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yenibeth.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yenibeth.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yenibeth.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yenibeth.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yenibeth.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yenibeth.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yenibeth.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yenibeth.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yenibeth.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yenibeth.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yenibeth.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yenibeth.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yenibeth.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yenibeth.wordpress.com&amp;blog=3066325&amp;post=354&amp;subd=yenibeth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yenibeth.wordpress.com/2009/02/17/memanusiakan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ac5ca81eb1950c790b0d7eafccd44183?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yenichrist</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
