Diagnosis keperawatan ini ada di halaman 154-155 NANDA 2007-2008. Label asli dari NANDA berbunyi “Acute pain” dan “Chronic pain”. Dalam bahasa Indonesia menjadi label “Nyeri akut” atau “Nyeri kronis”. Awalnya label ini berbunyi “Gangguan rasa nyaman: nyeri”, tapi kemudian mengalami revisi menjadi “Nyeri akut/kronis”.

Apa bedanya? Menurut NANDA, nyeri merupakan suatu perasaan atau pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan, yang bersumber dari kerusakan aktual atau potensial dari jaringan. Untuk nyeri akut, sifatnya tiba-tiba dengan slow onset yang berlangsung kurang dari enam bulan. Sedangkan nyeri kronis, sifatnya konstan dan berlangsung lebih dari enam bulan. Singkatnya, antara nyeri akut dan kronis yang membedakan adalah durasinya: kurang dan lebih dari enam bulan.

Nyeri akut. Etiologi yang bisa digunakan dari NANDA adalah nyeri akut berhubungan dengan agen injuri (biologis, kimiawi, fisik, psikologi). Tandanya adalah perubahan otot, perubahan mood/minat, perubahan tekanan darah, nadi, frekuensi nafas, diaporesis, perubahan wajah, fokus pada diri sendiri, reaksi melindungi diri atau bagian yang sakit, gangguan tidur, dll. Utamanya adalah klien menyatakan secara verbal tentang rasa sakitnya.

Untuk pasien dewasa dan dalam kondisi sadar penuh, rasa nyeri ini bisa dikaji secara verbal menggunakan skala 0-10 atau 0-5 (tergantung kebijakan RS menggunakan yang mana). Pain assessment tool dapat dilihat di http://www.nccn.org/patients/patient_gls/_english/_pain/2_assessment.asp dengan rentang 2 skala dari 0-10. Sedangkan untuk pasien yang tidak sadar atau bayi, face pain scale (berdasarkan reaksi wajah pasien) dapat dilihat di http://painsourcebook.ca/docs/pps92.html (gulir ke bagian bawah halaman, tool ini dapat didownload dalam bentuk Pdf) atau melalui http://www.nhpco.org/i4a/pages/Index.cfm?pageID=4669 dengan bentuk yang lebih menarik. Yang jelas, hasil dari pengkajian nyeri secara verbal menggunakan angka 0-10 atau 0-5 harus dimasukkan sebagai Data Subjektif (DS) karena bagaimanapun juga itu adalah subjektif dari pasien, tergantung penilaian masing-masing pasien. Tetapi untuk skala nyeri yang dikaji menurut wajah pasien, data tersebut bisa dimasukkan sebagai Data Objektif (DO) karena berdasarkan penilaian dari perawat menggunakan face pain scale tool.

Nyeri kronis. Intinya sama dengan nyeri akut. Sekali lagi perbedaannya adalah di durasi waktu nyerinya. Etiologi menurut NANDA adalah ketidakmampuan fisik kronis dan ketidakmampuan psikologis kronis. Sedangkan tanda-gejalanya: depresi, anoreksia, perubahan raut wajah, kelemahan, menjadi sangat peka (sensitif), tidak cukup istirahat, fokus diri, dll (sama dengan nyeri akut).

About these ads