Mengikuti perubahan yang ada di NANDA memang terkadang asyik-asyik menjengkelkan. Bagaimana tidak? Baru sebentar bisa menguasai satu diagnose, muncul NANDA edisi berikutnya yang kadang sangat berbeda dengan sebelumnya. Tetapi tetap, selalu menarik untuk diikuti. Kecuali ada yang belum-belum sudah komentar : “Ups, Bahasa Inggris ya?” atau “Sudah ada yang versi Bahasa Indonesia”. Hohoho….
Kali ini saya ingin membahas tentang diagnosis keperawatan “Gangguan Perfusi Jaringan”. Memang di NANDA edisi bahula, diagnose tersebut diberi label “Gangguan Perfusi Jaringan”. Tetapi pada NANDA-I 2008-2009 (halaman 228-229), label probelmnya adalah “Ineffective Tissue Perfusion” atau “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan”. Pada edisi tersebut, NANDA membuat diagnose tersebut dalam satu label : “Ineffective Tissue Perfusion (Renal, Cerebral, Cardiopulmonary, Gastrointestinal, Peripheral)”. So, ketika kita mengangkat diagnose tersebut, harus dispesifikkan ke system yang mengalami gangguan perfusi. Sebagai contoh, saat kita mendapatkan data senjang berupa : perubahan status mental, perubahan perilaku, perubahan pergerakan, perubahan reaksi pupil, kesulitan menelan, kelemahan ekstremitas, paralisis atau kesulitan bicara, maka kita bisa angkat “Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral”. Tentu saja harus divalidasi dengan pemeriksaan diagnostik yang ada.
Yang berlalu biarlah berlalu….
(lagi…)
